Rabu, 10 Agustus 2016

Orang Ketiga Yang Sengaja Di Undang

Assalamualaikum,

Duhh rasanya dag dig dug gimana gitu ketika memutuskan untuk membahas topik ini :) . But life must go on duhhh bapernya mulai dehh hehe *kidding :)

Ketika kehadiran kita tanpa sengaja menjadi masalah untuk orang lain, mungkin ini terkesan aneh tapi ya begitulah adanya :). Kadang kita ada di tempat dan waktu yang salah untuk orang lain, yang mungkin membuatnya kecewa dan terluka. Bagaimana kalau ternyata kehadiran kita tanpa disengaja? Menurutku beda loh sobat. Kehadiran yang memang sengaja untuk membuat orang lain terluka dan memang yang tidak disengaja. Masuk tiba tiba atau bahkan diundang oleh si Dia yaa memang itu mungkin sudah menjadi salah satu rangkaian dari kehidupan kita. Mungkinnn :)

Tentu saja tak ada orang yang ingin kisah cintanya berujung pada perpisahan, karena hadirnya orang lain. Sekali lagi pertanyaanya adalah benarkah Allah mengirim orang ketiga hanya sebagai godaan atau malah Allah mengirim orang lain itu sebagai petunjuk yang nyata tentang cinta yang Allah cipta untuk kita?
Lalu ketika kita menjadi orang lain yang hadir, kita menganggap diri ini seperti apa? Akankan menggap diri kita sebagai godaan? atau kita sangat yakin, bahwa kita adalah orang tepat yang Allah ciptakan untuknya?

Mungkin kita semua akan sepakat bahwa hadir dalam kehidupan orang lain, sudah seharusnya tahu diri bahwa dia sedang memasuki kehidupan orang lain yang mengakibatkan orang lain sakit hati? Tetapi bagaimana kalau tanpa disengaja kita menjadi orang ketiga? Bukankah tamu tidak akan datang, jika tuan rumahnya tidak membukakan pintu :)

Tapi semua itu tergantung pada pribadi masing masing, bagaimana kalian menyikapi semua ini :)
Semoga jalan yang kalian pilih adalah kebaikan untuk semua dan berjuanglah untuk apa yang kalian yakini.

Sampai jumpa di artikel dengan topik orang ketiga berikutnya yaa.
BTW ini bukan di ambil dari kisah pribadi yah, hanya sekedar sharing sajaa dari cerita teman-teman hehe :)


Terimakasih,

Wassalam

Senin, 08 Agustus 2016

Keikhlasan Jiwa

Assalamualaikum,

Hi sahabat, rasanya sudah lama saya tidak menulis artikel untuk para sahabat :) :) hehee
Kali ini kita akan membahas mengenai ikhlas, ikhlas yang seperti apa sih yang kita butuhkan? Apa saat kita tertimpa musibah, lalu kita menerima saja, apa itu yang disebut ikhlas? Apa itu yang disebut ikhlas, kita harus menerima segala sesuatu padahal hati masih menggerutuuu sakitnya?? Ahh saya rasa ikhlas buka seperti itu :)

Ikhlas tidak bisa kita paksakan, sebab bila kita memaksakan diri tentu saja itu bukan ikhlas, namanya juga memaksa pasti akan terpaksa.
Dalam mengaplikasikan ikhlas itu sendiri, perlunya sifat ber husnudzon atau berprasangka baik terhadap ketentuan Allah, bukan dengan menahannya jika ketentuan Allah tidak sesuai dengan yang kita inginkan tetapi menerima dengan penuh kerelaan, kesadaran, serta ilmu dan pengertian akan ketentuan tersebut.

Misalnya saja saat kita merasakan sakit (baik fisik ataupun hati), merasakan kehilangan dan sebagainya, tentunya bukan diterima begitu saja dan mengucap "gapapa aku ikhlas" padahal dalam hati masih menggerutuu " aku tuh gaterima kalau dia pergi tiba tiba dan bahagia dengan yang lain" weleh welehhh mbaa, katanya sudah ikhlas tapi ko begitu yahh :p hehee
Sedih, kecewa, kehilangan itu hal yang sudah biasa, tapi sedikit orang yang bisa belajar menerima atas semua rasa sakit itu. Tak ada salahnya kita menangis ataupun bersedih karna Allah memang tidak melarang kita untuk menangis, tapi yaa alangkah baiknya jika kita jangan terlalu berlarut dalam rasa sedih itu. Ingat walaupun kita bersedih, itu tidak akan merubah segala ketentuannya. Coba mari kita belajar menerima, yakinlah Allah tidak akan mengambil sesuatu darimu kecuali akan diganti lebih baik.
Aku yakin sahabat sudah tahu quotes tersebut, tapi pasti banyak dari para sahabat yang belum belajar apa sih tujuan dari kalimat itu? Yukk mari kita belajar, pahami, renungi, dan terapkan dalam kehidupan sahabat. Insya Allah sahabat akan bisa menerima segala ketentuan Allah dengan lebih baik dan ikhlas :)
 Aamiin Allahuma Aamiin :)

Jangan lupa bahagia yaa :)

Terimakasih, sampai jumpa di artikel berikutnya. Semoga bermanfaat :)

Wassalam ....