Kini hati sudah tak terpenjara oleh luka lama. Taka da yang
terlalu lama untuk mempertahankan, taka da juga yang terlalu cepat untuk
melepaskan. Karena waktulah yang akan menemukan ketepatan.
Jika kini aku sudah bisa melepas, mungkin tuhan sudah menyiapkan
seseorang yang pas. Aamiin allahuma aamiin. Entah kamu atau siapapun yang
tengah tuhan persiapkan untuk menjadi imam ku kelak, aku hanya berdoa agar ia
mampu membimbingku menjadi wanita yang lebih baik lagi, mampu merubahku menjadi
pribadi yang lebih dewasa, tidak manja, tegar, dan mengerti apa yang aku rasa
seperti yang kamu lakukan padaku saat ini *senyum*
Pada awalnya aku takut jatuh dan sama sekali tidak ku
menemukan tangan yang mamu ku rengkuh. Aku takut menggantungkan perasaan, aku
takut menitipkan hatiku kembali kemudian tersakiti. Namun disaat aku benar
benar menunggu datangnya kebahagiaan, kamu di datangkan oleh tuhan. Kita
dipertemukan dalam sebuah scenario yang tidak pernah ku duga sebelumnya.
Kau mungkin tak sadar kalau hadirmu adalah penerang, yang
menjelaskan pandanganku tentang gelap dan hitam, yang menuntunku pada satu
jalan untuk menemukan jawaban, yang menunjukan padaku kalau cinta itu mampu
menyembuhkan.
Terimakasih untuk sebuah adamu yang mampu menuliskan
cerita-cerita baru.
