Rabu, 26 Oktober 2016

Menemukanmu

             Kini hati sudah tak terpenjara oleh luka lama. Taka da yang terlalu lama untuk mempertahankan, taka da juga yang terlalu cepat untuk melepaskan. Karena waktulah yang akan menemukan ketepatan.
Jika kini aku sudah bisa melepas, mungkin tuhan sudah menyiapkan seseorang yang pas. Aamiin allahuma aamiin. Entah kamu atau siapapun yang tengah tuhan persiapkan untuk menjadi imam ku kelak, aku hanya berdoa agar ia mampu membimbingku menjadi wanita yang lebih baik lagi, mampu merubahku menjadi pribadi yang lebih dewasa, tidak manja, tegar, dan mengerti apa yang aku rasa seperti yang kamu lakukan padaku saat ini *senyum*

            Pada awalnya aku takut jatuh dan sama sekali tidak ku menemukan tangan yang mamu ku rengkuh. Aku takut menggantungkan perasaan, aku takut menitipkan hatiku kembali kemudian tersakiti. Namun disaat aku benar benar menunggu datangnya kebahagiaan, kamu di datangkan oleh tuhan. Kita dipertemukan dalam sebuah scenario yang tidak pernah ku duga sebelumnya.

            Kau mungkin tak sadar kalau hadirmu adalah penerang, yang menjelaskan pandanganku tentang gelap dan hitam, yang menuntunku pada satu jalan untuk menemukan jawaban, yang menunjukan padaku kalau cinta itu mampu menyembuhkan.

Terimakasih untuk sebuah adamu yang mampu menuliskan cerita-cerita baru.