Rabu, 26 Oktober 2016

Menemukanmu

             Kini hati sudah tak terpenjara oleh luka lama. Taka da yang terlalu lama untuk mempertahankan, taka da juga yang terlalu cepat untuk melepaskan. Karena waktulah yang akan menemukan ketepatan.
Jika kini aku sudah bisa melepas, mungkin tuhan sudah menyiapkan seseorang yang pas. Aamiin allahuma aamiin. Entah kamu atau siapapun yang tengah tuhan persiapkan untuk menjadi imam ku kelak, aku hanya berdoa agar ia mampu membimbingku menjadi wanita yang lebih baik lagi, mampu merubahku menjadi pribadi yang lebih dewasa, tidak manja, tegar, dan mengerti apa yang aku rasa seperti yang kamu lakukan padaku saat ini *senyum*

            Pada awalnya aku takut jatuh dan sama sekali tidak ku menemukan tangan yang mamu ku rengkuh. Aku takut menggantungkan perasaan, aku takut menitipkan hatiku kembali kemudian tersakiti. Namun disaat aku benar benar menunggu datangnya kebahagiaan, kamu di datangkan oleh tuhan. Kita dipertemukan dalam sebuah scenario yang tidak pernah ku duga sebelumnya.

            Kau mungkin tak sadar kalau hadirmu adalah penerang, yang menjelaskan pandanganku tentang gelap dan hitam, yang menuntunku pada satu jalan untuk menemukan jawaban, yang menunjukan padaku kalau cinta itu mampu menyembuhkan.

Terimakasih untuk sebuah adamu yang mampu menuliskan cerita-cerita baru.

Rabu, 10 Agustus 2016

Orang Ketiga Yang Sengaja Di Undang

Assalamualaikum,

Duhh rasanya dag dig dug gimana gitu ketika memutuskan untuk membahas topik ini :) . But life must go on duhhh bapernya mulai dehh hehe *kidding :)

Ketika kehadiran kita tanpa sengaja menjadi masalah untuk orang lain, mungkin ini terkesan aneh tapi ya begitulah adanya :). Kadang kita ada di tempat dan waktu yang salah untuk orang lain, yang mungkin membuatnya kecewa dan terluka. Bagaimana kalau ternyata kehadiran kita tanpa disengaja? Menurutku beda loh sobat. Kehadiran yang memang sengaja untuk membuat orang lain terluka dan memang yang tidak disengaja. Masuk tiba tiba atau bahkan diundang oleh si Dia yaa memang itu mungkin sudah menjadi salah satu rangkaian dari kehidupan kita. Mungkinnn :)

Tentu saja tak ada orang yang ingin kisah cintanya berujung pada perpisahan, karena hadirnya orang lain. Sekali lagi pertanyaanya adalah benarkah Allah mengirim orang ketiga hanya sebagai godaan atau malah Allah mengirim orang lain itu sebagai petunjuk yang nyata tentang cinta yang Allah cipta untuk kita?
Lalu ketika kita menjadi orang lain yang hadir, kita menganggap diri ini seperti apa? Akankan menggap diri kita sebagai godaan? atau kita sangat yakin, bahwa kita adalah orang tepat yang Allah ciptakan untuknya?

Mungkin kita semua akan sepakat bahwa hadir dalam kehidupan orang lain, sudah seharusnya tahu diri bahwa dia sedang memasuki kehidupan orang lain yang mengakibatkan orang lain sakit hati? Tetapi bagaimana kalau tanpa disengaja kita menjadi orang ketiga? Bukankah tamu tidak akan datang, jika tuan rumahnya tidak membukakan pintu :)

Tapi semua itu tergantung pada pribadi masing masing, bagaimana kalian menyikapi semua ini :)
Semoga jalan yang kalian pilih adalah kebaikan untuk semua dan berjuanglah untuk apa yang kalian yakini.

Sampai jumpa di artikel dengan topik orang ketiga berikutnya yaa.
BTW ini bukan di ambil dari kisah pribadi yah, hanya sekedar sharing sajaa dari cerita teman-teman hehe :)


Terimakasih,

Wassalam

Senin, 08 Agustus 2016

Keikhlasan Jiwa

Assalamualaikum,

Hi sahabat, rasanya sudah lama saya tidak menulis artikel untuk para sahabat :) :) hehee
Kali ini kita akan membahas mengenai ikhlas, ikhlas yang seperti apa sih yang kita butuhkan? Apa saat kita tertimpa musibah, lalu kita menerima saja, apa itu yang disebut ikhlas? Apa itu yang disebut ikhlas, kita harus menerima segala sesuatu padahal hati masih menggerutuuu sakitnya?? Ahh saya rasa ikhlas buka seperti itu :)

Ikhlas tidak bisa kita paksakan, sebab bila kita memaksakan diri tentu saja itu bukan ikhlas, namanya juga memaksa pasti akan terpaksa.
Dalam mengaplikasikan ikhlas itu sendiri, perlunya sifat ber husnudzon atau berprasangka baik terhadap ketentuan Allah, bukan dengan menahannya jika ketentuan Allah tidak sesuai dengan yang kita inginkan tetapi menerima dengan penuh kerelaan, kesadaran, serta ilmu dan pengertian akan ketentuan tersebut.

Misalnya saja saat kita merasakan sakit (baik fisik ataupun hati), merasakan kehilangan dan sebagainya, tentunya bukan diterima begitu saja dan mengucap "gapapa aku ikhlas" padahal dalam hati masih menggerutuu " aku tuh gaterima kalau dia pergi tiba tiba dan bahagia dengan yang lain" weleh welehhh mbaa, katanya sudah ikhlas tapi ko begitu yahh :p hehee
Sedih, kecewa, kehilangan itu hal yang sudah biasa, tapi sedikit orang yang bisa belajar menerima atas semua rasa sakit itu. Tak ada salahnya kita menangis ataupun bersedih karna Allah memang tidak melarang kita untuk menangis, tapi yaa alangkah baiknya jika kita jangan terlalu berlarut dalam rasa sedih itu. Ingat walaupun kita bersedih, itu tidak akan merubah segala ketentuannya. Coba mari kita belajar menerima, yakinlah Allah tidak akan mengambil sesuatu darimu kecuali akan diganti lebih baik.
Aku yakin sahabat sudah tahu quotes tersebut, tapi pasti banyak dari para sahabat yang belum belajar apa sih tujuan dari kalimat itu? Yukk mari kita belajar, pahami, renungi, dan terapkan dalam kehidupan sahabat. Insya Allah sahabat akan bisa menerima segala ketentuan Allah dengan lebih baik dan ikhlas :)
 Aamiin Allahuma Aamiin :)

Jangan lupa bahagia yaa :)

Terimakasih, sampai jumpa di artikel berikutnya. Semoga bermanfaat :)

Wassalam ....

Jumat, 29 Juli 2016

Sabar itu indah :)

 Assalamualaikum,

Banyak yang bilang sabar itu ada batasnya, tapi saya rasa sabar tidak ada batasnya. Lalu bagaimana saat kita merasa kesabaran kita hampir habis, maka itu berarti kita kurang sabar, maka dari itu hayo kita coba lebih sabar lagi sabar terus dan selalu sabar. Tapi pasti ada kalanya kita merasa benar benar capai dan lelah dengan kesabaran, saat itu kita rasakan, mari kita mengambil air wudhu dan sholat sunah. Berdoa agar kita diberi kesabaran lebih, karna pada hakikatnya sabar itu artinya menahan, maksudnya menahan dari rasa kesal terhadap ketentuan Allah yang tidak sesuai dengan keinginan kita, menahan berkeluh kesah, dan menahan anggota badan dari perbuatan maksiat seperti menyakiti diri sendiri, merobek robek baju atau apapun itu.

Bila mungkin ada luka atau kecemburuan yang kita rasakan coba tersenyumlah. Karna tanpa kita sadari senyum membuat kita semakin kuat. Sakit? Iyah pasti, berpura pura tegar dihadapan orang lain padahal hati merasakan sakit. Tapi percayalah kepedihan kita akan segera tergantikan asalkan kita benar benar ingin beranjak dari rasa sedih itu. Move on, move away dan beranjak dari penyebab kesedihan itu.

Karna sakit rasa sakit tak akan abadi
Karna air mata tak akan abadi
Cepat atau lambat semua akan hilang dan berganti
Bila mungkin hati hampa dirasa
Mari merenung, mungkinkah hati jauh dari Sang Pemilik hati ?
Karena hanya dengan Nya, hati menjadi tenang
Damai jiwa dan raga :)

Semoga kita semua diberi kesabaran lebih :)

Aamiin


Kamis, 28 Juli 2016

Harap dan Impian ...

Assalamualaikum,

Berbicara tentang harap dan impian,aku memiliki banyak impian yang rasanya yang ingin ku raih dengan segera. Belakangan ini aku sering tersasar ke suatu tempat, selalu ada jalan untuk aku tersasar. Awalnya aku bingung, tapi lama kelamaan Allah memberikan petunjuk bahwa tempat itu, merupakan tempat yang akan aku kunjungi di kemudian hari.

Aku bersyukur Allah selalu memberikan petunjuk untuk ku. Adam doa yang menjadikanku jauh dari teman temanku, Ya Allah dekatkanlah aku dengan orang baik yang berniat baik padaku, dan jauhkanlah aku dengan orang jahat yang ingin berniat jahat padaku :) .Aku merasakan keajaiban doa itu, lama kelamaan aku merasa dikelilingi orang orang baik. Sedih pasti ku rasakan, karna ada beberapa teman yang tanpa alasan menghilang dari hidupku. Mungkin mereka ingin kembali, tapi kadang ada beberapa jalan untuk aku tidak kembali dekat dengan mereka. Wallahu a'lam bisshowwab

Semoga Allah selalu meberikan jalan untuk kita mendapat jalan yang baik :)

Terimakasih

Wassalam ...





Selasa, 26 Juli 2016

Awal Pertemuanku Part II

Assalamualaikum,

Mari kita berlanjut dari cerita awal pertemuanku part I ...

Setelah aku menerima kedatangannya untuk kedua kalinya, hubungan kami pun belanjut. Hingga berjalan 3 bulan, di bulan September  aku berulangtahun yang ke 19 tahun, dia pun melupakan hari itu. Entahlah apa yang sedang ia pikirkan, padahal itu adalah hari bahagiaku, dia selalu bilang kalu ia sibuk, dan aku selalu menerima alasannya itu. Sampai di malam hari, aku sedikit kesal dan pada akhirnya aku menelfon dia, dan bilang aku ingin bertemu di salah satu cafe di Bintaro Plaza. Pada saat kita bertemu sudah menujukan pukul 21:00, saat pertama dia melihatku di cafe tersebut, ia langsung berdiri dan menyambutku dengan senyuman dan ingin mengucapkan selamat ulangtahun untuk ku. Tapi hati gabisa di bohongi, sudah terlalu kesal dan benci. Pada saat itu aku langsung order makanan, dan diapun langsung duduk terdiam. Aku tahu hal itu sangat dia benci, di sana kita hanya diam. Sepulangnya kami hanya dia, tapi dia minta maaf dan aku memafkan.

Keesokan harinya dia tiba-tiba lost contact hingga 1 minggu, aku cek semua akun sosmednya itupun aku sudah di blokir, aku telfon nomornya sudah tidak terdaftar. Dan di hari ke 10 dia menghilang tanpa kabar, aku mencoba untuk membuka akun FBnya melalui FB temanku, dan saat membuka akunnya, aku menangis, sakit yang aku rasa, kesal, marah, benci dan entahlah apa yang aku rasakan. Aku langsung ke toilet, dan aku menangis aku gatau apa tujuan dia hingga berbuat seperti itu untuk kesekian kalinya dia meninggalkanku.

Hari demi hari aku jalani, setiap hari aku selalu pulang hingga larut malam untuk menghilangkan rasa sakit ku, aku selalu menyendiri, makan dan makan berat badanku pun naik hingga 15 Kg dalam 2 bulan. Aku sama sekali ga mikir hal itu, yang aku hanya pikir dan selalu ku ucapkan dalam doa adalah bagaimanapun caranya ia harus kembali padaku. Hal itu  pun terwujud aku kembali padanya, sungguh hati sangat senang saat dia kembali tapi ternyata dia hanya menipuku dia bilang dia sudah putus nyatanya seminggu kemudia dia pergi meninggalku lagi. Aku sedih, entahlah hati sudah gabisa merasakan apapun, sakit pun sudah tidak bisa aku rasa. Aku tetap berdoa agar dia kembali, di awal Januari dia kembali padaku, sungguh aku bingung harus bagaimana, aku takut dia pergi meninggalkanku karna rasa sakit inipun masih kurasa. Benar dugaanku dia pergi meninggalkanku setelah 2 minggu. Akupun hanya menangis beberapa harisa saja, karna aku sudah tidak bisa merasakan apapun lagi selain rasa sakit.

Aku mulai mencoba untuk move on, move away dari dia. Tapi di saat hati sudah mulai move on, dia kembali dengan memberikan harapan tapi aku mencoba untuk menolak. Jujur hati merasa untuk kembali padanya, tapi pikiran selalu bilang apa kamu terus terusan di sakiti? Mungkin kamu ikhlas untuk hidup bersama pengkhianat saat masih pacaran, tapi apa kamu rela saat sudah menikah hidup dengan seorang pengkhianat. Dan ada kemungkinan dia akan meninggalkanmu lagi. Ahh sudahlah aku harus melupakannya.

Hari berlanjut, dan aku berhasil menemukan penggantinya setelah hampir 2 tahun ....

Will be continue at Berhasil Move On :)

Minggu, 24 Juli 2016

Awal Pertemuanku

Assalamualaikum Wr Wb ...

Tak kenal maka tak sayang, seperti itulah kata-kata yang sering kita dengar.
Semua cerita berawal dari pertemuan pertama ku dengannya, kita sebut saja Paijo (nama samaran) di akhir bulan Desember. Saat ia sedang interview di kantor tempat saya bekerja di kawasan Sudirman.
Saya sudah sedikit mengetahuin tentangnya, itupun saya tahu dari CV miliknya pada saat saya menyeleksi calon karyawan. Berhubung karna jarak yang cukup jauh, terbesit keinginan untuk mencari karyawan yang searah dengan rumah ku hehehe :P

Alhamdulilah pada saat interview pertama ia pun lolos, interview kedua pun berjalan dengan lancar. Ia mulai masuk kerja di awal tahun 2015. Jarak umur kita tak beda jauh, hanya berbeda 3 tahun. Entah kenapa aku menyukainya begitu cepat, awalnya aku tahu ia tak merespon perasaan aku ini. Ia mengabaikanku, tapi aku terus mendekatinya. Aku selalu berpikir bisa terus bersamanya, tapi kenyataan berkata lain dia resign dari kantor kami padahal baru 2 bulan. Sedih, nagis, kecewa, marah semua bercampur menjadi satu. Dia mulai ditimpa banyak musibah, dan aku selalu berusaha untuk mebantu sebaik mungkin untuk menemukan solusinya. Setelah 2 bulan sejak ia tidak bekerja lagi di kantor tempat aku bekerja, ia mendapatkan pekerjaan di Bandung. Entahlah aku yang dikabari ia seperti itu harus senang ataupun sedih, senang karna diam sudah mendapatkan pekerjaan baru, tapi aku sedih karna itu berarti aku tidak bisa bertemu ia lagi. Ahhh aku tidak boleh egois, aku harus tetap terlaihat bahagia, saat ia berada disana, karna aku gamau membuat dia khawatir dengan keadaan ku.

Semakin hari, dia semakin berubah. Dia mengabaikanku (lagi) akus edih. Tapi ia selalu beralasan kalau ia sibuk bekerja. Ahh mungkin benar, aku tidak mau meneruskan berpikiran negatif, sehingga aku pun mengiyakan alsannya. Hari berlalu ia pun semakin tidak mengabari keadannya padaku hingga berminggu minggu. Hati ini mulai bertanya, apa benar ia sibuk? Kalau sibuk kenapa bisa buat status? Dan ahhh ini yang paling aku benci, di status itu ia menulis nama seoran perempuan. Semenjak itu kami tidak pernah berkomunikasi lagi, dia meninggalkan ku demi perempuan itu. Semenjak ia pergi, aku sangat sedih, setiap hari aku selalu pulang tengah malam bahkan hingga pagi dan langsung kerja. Kerjapun tidak optimal, hal itu berlangsung hingga Juli. Juli ia kembali padaku, dan ia kembali tanpa meminta maaf. Ia hanya bilang, kalau ternyata perempuan itu tidak baik, dan akupun menerimanya kembali karna hati ini masih memiliki perasaan yang sangat besar padanya.

Will be continue ...