Minggu, 24 Juli 2016

Awal Pertemuanku

Assalamualaikum Wr Wb ...

Tak kenal maka tak sayang, seperti itulah kata-kata yang sering kita dengar.
Semua cerita berawal dari pertemuan pertama ku dengannya, kita sebut saja Paijo (nama samaran) di akhir bulan Desember. Saat ia sedang interview di kantor tempat saya bekerja di kawasan Sudirman.
Saya sudah sedikit mengetahuin tentangnya, itupun saya tahu dari CV miliknya pada saat saya menyeleksi calon karyawan. Berhubung karna jarak yang cukup jauh, terbesit keinginan untuk mencari karyawan yang searah dengan rumah ku hehehe :P

Alhamdulilah pada saat interview pertama ia pun lolos, interview kedua pun berjalan dengan lancar. Ia mulai masuk kerja di awal tahun 2015. Jarak umur kita tak beda jauh, hanya berbeda 3 tahun. Entah kenapa aku menyukainya begitu cepat, awalnya aku tahu ia tak merespon perasaan aku ini. Ia mengabaikanku, tapi aku terus mendekatinya. Aku selalu berpikir bisa terus bersamanya, tapi kenyataan berkata lain dia resign dari kantor kami padahal baru 2 bulan. Sedih, nagis, kecewa, marah semua bercampur menjadi satu. Dia mulai ditimpa banyak musibah, dan aku selalu berusaha untuk mebantu sebaik mungkin untuk menemukan solusinya. Setelah 2 bulan sejak ia tidak bekerja lagi di kantor tempat aku bekerja, ia mendapatkan pekerjaan di Bandung. Entahlah aku yang dikabari ia seperti itu harus senang ataupun sedih, senang karna diam sudah mendapatkan pekerjaan baru, tapi aku sedih karna itu berarti aku tidak bisa bertemu ia lagi. Ahhh aku tidak boleh egois, aku harus tetap terlaihat bahagia, saat ia berada disana, karna aku gamau membuat dia khawatir dengan keadaan ku.

Semakin hari, dia semakin berubah. Dia mengabaikanku (lagi) akus edih. Tapi ia selalu beralasan kalau ia sibuk bekerja. Ahh mungkin benar, aku tidak mau meneruskan berpikiran negatif, sehingga aku pun mengiyakan alsannya. Hari berlalu ia pun semakin tidak mengabari keadannya padaku hingga berminggu minggu. Hati ini mulai bertanya, apa benar ia sibuk? Kalau sibuk kenapa bisa buat status? Dan ahhh ini yang paling aku benci, di status itu ia menulis nama seoran perempuan. Semenjak itu kami tidak pernah berkomunikasi lagi, dia meninggalkan ku demi perempuan itu. Semenjak ia pergi, aku sangat sedih, setiap hari aku selalu pulang tengah malam bahkan hingga pagi dan langsung kerja. Kerjapun tidak optimal, hal itu berlangsung hingga Juli. Juli ia kembali padaku, dan ia kembali tanpa meminta maaf. Ia hanya bilang, kalau ternyata perempuan itu tidak baik, dan akupun menerimanya kembali karna hati ini masih memiliki perasaan yang sangat besar padanya.

Will be continue ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar